“Banyak warga yang awalnya tidak tahu cara pakai QRIS, sekarang sudah mulai terbiasa,” katanya.
Armen (47), warga Lolo Gunung Sariak mengakui manfaat yang didapat dari keberadaan Bank Nagari Link.
“Bisa bayar PBB, tarik tunai, atau bayar tagihan lainnya. Semua jadi lebih mudah,” katanya.
Armen, salah satu nasabah Bank Nagari ini mengaku merasa terbantu dengan adanya agen perbankan seperti yang dimiliki Pegy.
“Sekarang tidak perlu repot jauh-jauh kalau mau tarik tunai atau bayar tagihan. Semoga ke depan makin banyak agen seperti ini,” harapnya.
Bagi pemilik usaha jual beli kendaraan ini, keberadaan agen perbankan ini sangat penting. Selain tidak perlu jauh, juga lebih praktis.
“Cepat dan praktis, tidak perlu antre lama-lama,” kata Armen, yang merasa puas dengan layanan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Chandra menyebutkan, Bank Nagari Link merupakan rebranding program sebelumnya, yakni Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Ini merupakan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dengan didukung penggunaan sarana teknologi informasi.
Dikatakannya, OJK, industri perbankan, dan industri jasa keuangan lainnya berkomitmen mendukung terwujudnya keuangan inklusif. Pemerintah Indonesia mencanangkan program Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pada Juni 2012 dimana salah satu programnya adalah branchless banking.
“Branchlessbanking yang ada sekarang perlu dikembangkan agar memungkinkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya menjangkau segenap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.
Untuk itu, ucapnya, Bank Nagari telah mendapatkan izin OJK terkait penyelenggaraan Laku Pandai terhitung tanggal 20 Maret 2020 dan telah dilaksanakannya launching layanan Laku Pandai pada tanggal 14 Maret 2020 dengan nama “Lapau Nagari”. Sampai saat ini, Agen Lapau Nagari telah tersebar di seluruh wilayah kerja Bank Nagari di Sumatera Barat sebanyak 3.329 agen. Dengan total transaksi selama tahun 2024 telah mencapai sebanyak 330.550 transaksi dan nominal transaksi sebesar Rp538.199.092.468.