BRI Pacu Pertumbuhan UMKM dengan Penyaluran Kredit Mikro dan KUR

Petani di Nagari Ketaping Utara ini memanfaatkan KUR dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Dok Risman

“Kualitas kredit KUR kami juga terjaga dengan baik, dengan rasio kredit macet per 31 Desember 2024 sebesar 2,22%,” ungkap Riza Pahlevi.

Dengan kinerja penyaluran kredit mikro dan KUR yang positif, BRI RO Padang optimis dapat terus mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian di wilayah Sumatera Barat.

Sementara, Risman,35, salah seorang petani di Jorong Tabek, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengaku sangat terbantu dengan dana KUR dari BRI.

“KUR BRI saya gunakan untuk mengelola usaha istri dan untuk menambah perluasan tanam padi yang saya kelola. Alhamdulillah KUR BRI sangat membantu disaat kami sekeluarga membutuhkan,” terang Risman

Diceritakannya, untuk mendapatkan KUR BRI prosesnya tidak rumit.

“Saya pilih BRI karena prosesnya mudah. Saya mengajukan pinjaman KUR sudah tiga kali,” terang Risman.

Disebutkannya, untuk mengajukan dana KUR dia melakukan secara offline. Ketika itu dia menemai ibu mertuanya untuk pelunasan pinjaman KUR. Lalu dia pun tertarik meminjam KUR.

“Saya ajukan persyaratan, dua hari setelah itu petugas langsung survei. Dan beberapa hri kemudian dana langsung masuk ke rekening BRI saya,” cerita ayah dua putra itu.

Syarata yang dibawanya untuk mendapatkan KUR adalah KTP, surat kerangan usaha, pas foto dan beberapa syarat lainnya. Alhamdulillah proesesnya cepat. Setelah itu saya hanya menunggu petugas BRI melakukan survei,” terang ayah dua anak itu.

Pinjaman pertama KUR Risman Rp10 juta dengan jangan dua tahun. Perbulan dia membayar angsuran Rp400 ribu. Setelah berjalan dua tahun dan kreditnya lancar, Risman menambah pinjaman KURnya sebesar Rp25 juta dan terakhir dia mengajukan KUR lebih besar senilai Rp90 juta.

“Tanpa KUR BRI saya tidak bisa berbuat banyak untuk usaha saya. Terima kasih BRI yang telah menyupport pekerjaan kami sebagai petani,” tutupnya. Yunisma