BRI RO Padang Pacu Pertumbuhan Sektor Pertanian Melalui Penyaluran Kredit Mikro dan KUR

 

PADANG-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian di wilayah Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari penyaluran kredit mikro dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang signifikan sepanjang tahun 2024 dan awal tahun 2025.

Menurut RCEO BRI RO Padang, Riza Pahlevi, sepanjang tahun 2024, BRI RO Padang telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 7,64 triliun kepada 155.102 debitur. Seluruh debitur ini merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang sebagian besar bergerak di sektor pertanian.

“Penyaluran kredit mikro ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya di sektor pertanian,” ujar Riza, di Pdang, Jumat (28/03/2025).

Dijelaskannya, dari total penyaluran KUR Mikro BRI RO Padang tahun 2024 sebesar 5,143 debitur, sebagian besar disalurkan untuk sektor pertanian dan perdagangan. Hingga 31 Desember 2024, jumlah UMKM penerima KUR mencapai 119.865 debitur.

“Untuk tahun 2025, BRI RO Padang menargetkan pertumbuhan kredit mikro sebesar 10,9% dari posisi Desember 2024, atau setara dengan Rp 1,45 triliun. Hingga Februari 2025, penyaluran kredit mikro telah mencapai Rp 1,295 triliun,” terangnya.

Dia merinci , pada Januari 2025 dana KUR yang telah disalurkan sebesar Rp 621 miliar kepada 13.658 debitur, Februari 2025 Rp 674 miliar kepada 14.834 debitur.

Sementara itu, penyaluran KUR Mikro selama Januari-Februari 2025 mencapai Rp 836 miliar kepada 21.780 debitur.

Lebih jauh dijelaskan Riza Pahlevi, Untuk mencapai target penyaluran KUR tahun 2025, BRI RO Padang melakukan berbagai upaya, antara lain, pemasaran masif kepada nasabah eksisting BRI.
Sosialisasi kepada UMKM binaan pemerintah daerah, provinsi, dan BUMN. Pemasaran melalui media elektronik dan cetak.

Syarat dan Ketentuan KUR BRI

Bagi UMKM yang ingin mengajukan KUR BRI, berikut adalah beberapa syarat dan ketentuan:

Memiliki usaha yang layak namun agunan tambahan belum mencukupi.
Tujuan kredit untuk menambah modal kerja atau investasi.
Calon debitur adalah debitur KUR eksisting atau belum pernah menerima kredit komersial.
Sektor usaha yang dibiayai meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan lainnya.
Plafon KUR maksimal Rp 500 juta.