PADANG – Meskipun isu resesi ekonomi 2025 bertiup kencang, PT Jamkrida Sumbar (Perseroda) telah menyusun sejumlah strategi bisnis guna meningkatkan kinerja perusahaan.
Direktur Jamkrida Sumbar, Jhen Hen Ryco, di ruang kerjanya di Kantor Jamkrida Sumbar, Kamis (6/3), menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mencapai target di tahun 2025 adalah meningkatkan penjaminan kredit sebesar atau tumbuh 14 persen dari tahun sebelumnya.
Di samping itu, pihaknya mengembangkan model bisnis berbasis digitalisasi, memperkuat bisnis dengan mitra usaha. Kemudian melaksanakan kegiatan co-guarantee, co-branding, dan reasuransi untuk meminimalisir risiko.
“Kami juga berupaya melakukan penambahan kerjasama baik penambahan produk baru dan mitra bisnis baru,” kata Jhen.
Jhen menyebutkan, sebagai lembaga penjaminan kredit daerah, Jamkrida Sumbar sejak beroperasi pada 30 Agustus 2013 hingga Desember 2024 telah memberikan penjaminan mencapai Rp15 triliun, dengan rincian jumlah penjaminan produktif sekitar Rp10 trilun, sedangkan penjaminan non produktif sekitar Rp5 triliun.
“Untuk jumlah penjaminan di tahun 2024 saja ada sekitar Rp3 triliun, dengan jumlah penjaminan produktif Rp2 triliun dan non produktif sekitar Rp1 triliun,” jelasnya.
Jumlah UMKM Sumbar yang terbantu atau telah diberikan penjaminan oleh Jamkrida Sumbar hingga Desember 2024 sebanyak 88.647 UMKM, khusus tahun 2024 terdapat sekitar 14.140 UMKM yang terbantu
Sektor usahan dominan UMKM yang diberikan penjaminan oleh Jamkrida Sumbar yaitu pembibitan dan budidaya sapi potong dan perdagangan eceran komoditi makanan dari hasl pertanian.
Rincian penjaminan yang diberikan untuk kredit produktif selama tahun 2024 mencapai Rp1,6 triliun, sedangkan untuk kredit non produktif sekitar Rp930 miliar.
Jhen juga mengatakan, penjaminan yang diberikan untuk pembiayaan produk syariah selama 2024 sebanyak Rp388 miliar untuk pembiayaan produktf, sedangkan untuk pembiayaan non produktif sekitar Rp517 miliar.
Jumlah mitra Jamkrida hingga saat ini sejak berdiri ada sekiar 34 mitra yang terdiri dari perusahaan perbankan, koperasi, perusahaan re-asuransi dan perusahaan re-guarantee.
“Khusus perbankan, Bank Nagari adalah mitra kita dalam penyalurkan KUR. Penjaminan KUR 95 persen untuk nasabah Bank Nagari, sedangkan yang 5 persen untuk penjaminan kredit bagi nasabah BPR/BPRS,” terangnya.
Terkait UMKM yang gagal bayar, katanya, jumlah klaim kredit yang dibayarkan Jamkrida selama 2024 sebanyak Rp81 miliar. Jumlah UMKM yang gagal bayar sebanyak 258 UMKM.
“Jumlah klaim kredit yang telah ditagih kembali sekitar Rp42 miliar dan masih ada potensi sekitar Rp90 miliar lagi secara akumulasi semenjak berdirinya Jamkrida Sumbar,” jelasnya. (Soe)