Dulu sebelum menggunakan QRIS dia kewalahan menyediakan dan mencari uang kecil. Kondisi itu membuat pembeli harus menunggu lama ketika berbelanja di kafenya yang menyediakan ayam geprek. Hingga akhirnya ada seorang teman yang menyarankan memakai QRIS BRImo.
“Setelah mendapat saran untuk menggunakan QRIS BRI, saya langsung urus. Sebentar saja QRISnya langsung selesai. Saya langsung dapat barkode QRIS BRI,” katanya lebih jauh.
Dengan berbagai kemudahan yang dia rasakan saat menggunakan QRIS BRImo, Silfana berharap, BRI terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif di dunia perbankan.
RCEO BRI RO Padang, Riza Pahlevi, menjelaskan data BRI juga menunjukkan bahwa pengguna QRIS didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Mereka lebih familiar dengan teknologi dan lebih terbuka terhadap metode pembayaran digital. Usia yang paling banyak menggunakan QRIS diperkirakan antara 21 hingga 40 tahun.
“Tipe pelanggan yang sering memakai QRIS yaitu Generasi Milenial dan Gen Z. Mereka lebih familiar dengan teknologi dan cenderung lebih terbuka terhadap metode pembayaran digital seperti QRIS,” jelas Riza Pahlevi.
Pusat perbelanjaan seperti supermarket menjadi tempat transaksi QRIS terbanyak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pilihan pembayaran digital yang disediakan oleh pelaku usaha di tempat tersebut.
Edukasi QRIS
BRI terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang penggunaan QRIS melalui berbagai program, seperti Pesta Rakyat Simpedes (PRS) dan Grebek Pasar. PRS diadakan di berbagai wilayah di bawah binaan Regional Office Padang, dengan berbagai kegiatan seperti pawai, bazar UMKM, dan layanan perbankan digital.
Melalui program “Grebek Pasar,” BRI mengedukasi pedagang di pasar tradisional tentang penggunaan QRIS. BRI juga melakukan sosialisasi melalui media digital, seperti Instagram @bankbri_id dan @bri_regionalpadang, dengan menyediakan materi edukasi dan video penjelasan tentang cara menggunakan QRIS.
“Hingga saat ini, perputaran uang melalui QRIS di wilayah Regional Office Padang mencapai Rp 196.077.816.813, dengan jumlah transaksi sebanyak 795.821 transaksi,” pungkasnya.
Data terbaru dari BRI Regional Office Padang menunjukkan bahwa total QRIS yang tersebar di wilayah tersebut mencapai 150.082 titik.
Di Kantor Cabang (KC) Khatib Sulaiman mencatat pertumbuhan QRIS tertinggi, yaitu 21.168 titik. Diikuti oleh KC Padang dengan 14.327 titik, dan KC Bukittinggi dengan 16.110 titik. Pertumbuhan pesat di kedua KC tersebut disebabkan oleh lokasinya yang berada di pusat kota, dengan banyaknya merchant BRI yang tersebar di area tersebut. Yunisma