SEMARANG – Kekecewaan tak dapat disembunyikan skuat PSIS Semarang usai menelan kekalahan di laga tunda pekan ke-26 BRI Liga 1 2024/25. Meski demikian, para pemain PSIS, termasuk pemain muda Rahmat Syawal tak mau menyerah untuk berjuang di 7 laga tersisa musim ini.
Skuat Mahesa Jenar yang bertanding di kandang sendiri di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (16/3) malam harus mengakui keunggulan sang tamu, Madura United FC dengan skor 1-2.
Hasil buruk di kandang sendiri ini dikomentari dengan bijak oleh pemain berusia 19 tahun milik PSIS, Rahmat Syawal. Dia menyebut timnya sebenarnya bisa meraih hasil lebih baik.
“Mohon maaf untuk masyarakat Semarang. Kami mendapatkan hasil berupa kekalahan. Ke depannya, kami akan berusaha lebih keras dan terus berjuang lebih keras agar bisa keluar dari zona degradasi,” kata Rahmat Syawal.
Pemain berpostur 190 cm berposisi center bek ini menjadi salah satu pemain muda yang punya beberapa kesempatan menit bermain musim ini.
Rahmat Syawal sudah dimainkan sebanyak 7 kali dengan total mencatat 350 menit bermain. Dan di laga lawan Madura United kali ini, dia dimainkan pelatih Gilbert Agius di sepanjang 71 menit laga.
Kekalahan dari Madura United ini membuat PSIS menambah panjang puasa kemenangannya di 7 laga terakhir. Catatan 3 kali imbang dan 4 kali kalah menjadi hasil yang tentunya tak dapat membuat skuat Mahesa Jenar tersenyum.
PSIS juga kini harus rela terperosok ke peringkat 16 dari 18 tim kasta tertinggi alias masuk ke zona merah. PSIS masih terpaku pada koleksi 24 poin dari total 27 laga yang sudah dijalaninya musim ini.
Posisi ke-15 yang sebelumnya ditempati PSIS sebelum pertandingan, kini ditempati oleh Madura United yang juga mengoleksi 24 poin namun unggul head to head.