WN Malaysia di Selatpanjang Dideportasi Setelah Izin Tinggal Melewati Batas

SELATPANJANG – Karena tinggal di Selatpanjang (Indonesia) melebihi batas waktu, pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Jum’at (21/3/2025), mendeportasi seorang wanita Warga Negara Malaysia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Putu Sonny Kharmawi Guna, yang dikonfirmasi Senin (24/3/2025) membenarkan hal itu.

Ia menjelaskan bahwa WN Malaysia tersebut berinisial ZM.

ZM dideportasi setelah terbukti melanggar Pasal 78 Ayat 3 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Yang bersangkutan diberikan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi karena berada di wilayah Indonesia melebihi waktu izin tinggal,” ungkapnya.

Sonny mengatakan bahwa izin tinggal ZM telah berakhir masa berlakunya yakni lebih dari 60 (enam puluh) hari dari batas waktu izin tinggal dan masih berada dalam wilayah indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa tidak menindak tegas orang asing yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan.

Deportasi itu, lanjut Sonny, dilakukan dengan prosedur yang sesuai dan dilakukan secara lancar tanpa adanya insiden yang berarti.

“Warga Negara Malaysia tersebut di deportasi keluar wilayah Indonesia melalui pelabuhan tanjung harapan selatpanjang dengan menggunakan kapal MV OCEANNA VIII tujuan Kukup, Johor Bahru, Malaysia pukul 09.30 WIB,” ucapnya.

Sonny menegaskan Imigrasi Selatpanjang tidak hanya memberikan pelayanan keimigrasian, tetapi juga melakukan penegakan hukum, demi keamanan negara.

Sementara, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Rianto Hendro Santoso menyatakan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang akan selalu siap untuk menindak tegas terhadap orang asing yang melanggar peraturan perundang – undangan.

“Pihak imigrasi berharap agar semua warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dapat lebih memahami dan mematuhi prosedur yang berlaku untuk mendukung kelancaran perjalanan dan mencegah pelanggaran hukum yang dapat merugikan kedua belah pihak Kegiatan deportasi berjalan dengan tertib dan aman,” tutup Rianto.

Pewarta: Ahmad Yuliar